Kilas Balik.

by - Agustus 28, 2019

Siapakah saya ?
Siapa saya ? sebuah pertanyaan yang sukar sepertinya untuk  dideskripsikan lebih jelas, karena menurut saya hanya orang-orang terdekat saya lah yang lebih tahu siapa saya, dan bagaimana sifat dan perilaku saya.
Tapi setiap orang harus mengenal dirinya sendiri  untuk menentukan arah hidupnya atau sekedar introspeksi diri atas kekurangan-kekurangannya. Untuk itu saya akan coba menggambarkan tentang diri saya.
Pertama-tama saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama Saya Rangga. Orang banyak mengenal saya sebagai penulis di instagram, editor, sutradara dan lelaki kumal yang sedang mencari jati diri, mau kemanakah saya setelah ini, ingin pergi kemanapun saya mau atau tetap berada dalam terangnya lampu ibu kota. Saya adalah seorang  anak kedua dari empat bersaudara, namun sepeninggal  kakak, saya harus menjadi seorang anak yang terbaik untuk kedua adik saya.
Saya lahir di Jakarta, 10 November 1999, di kota ini Ayah saya merantau dari barat Jawa, yaitu Cirebon, ayah saya bekerja sebagai seorang guru di salah satu SMP di Jakarta, yang akhirnya bertemu wanita yang saat itu sebagai salah satu muridnya waktu sekolah, menunggu hingga lulus dari SMP, dan SMA ayah saya sangatlah melindungi wanita yang di cinta, sampai akhirnya pernikahan usai di laksanakan .



. . . . .


Berbicara soal Pendidikan saya telah menyelesaikan pendidikan pada umumnya yaitu satu tahun di Taman Kanak-kanak, 6 tahun di Sekolah Dasar, 3 tahun di Sekolah Menengah Pertama, 3 tahun di Sekolah Menengah Atas, dan saat ini saya tercatat sebagai  mahasiswa semester 2 Jurusan Broadcasting di Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Cita-cita, Hobi, dan Sifat
Cita-cita masa kecil saya ialah ingin menjadi seorang pengusaha atau pria karir dan cita-cita itu masih berlaku sampai sekarang, saya ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses yang bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan saya berkeinginan untuk menjadi seorang pria yang tidak hanya mengurus dunia saya sebagai seorang penyiaran, seperti film, televisi, radio, juralistik dan lain sebaginya, saya ingin mempunyai karir yang baik nantinya. Itulah cita-cita saya yang saat ini saya sedang perjuangkan dengan menuntut ilmu agar berguna kelak untuk cita-cita saya.
Saya adalah seseorang yang tidak mempunyai hobi yang spesifik, hampir semua hal saya sukai dari mendengarkan musik, menonton tv atau film di bioskop atau laptop, bermain game, membaca buku (hanya untuk jenis novel dan komik), jalan-jalan atau traveling bersama teman-teman ke suatu tempat favorit ataupun tempat yang baru, atau sekedar kumpul-kumpul bersama teman.
Untuk sifat, menurut saya, saya itu baik, mandiri, dan penyabar. Baik disini dalam arti suka membantu teman yang butuh bantuan selagi saya mampu untuk membantunya. Namun, kadang baiknya kita seringkali disalahkan gunakan atau dimanfaatkan oleh orang lain tapi saya percaya akan sebuah kalimat “apa yang kau tanam itulah yang kau tuai” jadi apa yang kita perbuat itulah yang yang nantinya akan kita dapatkan.
Mandiri, mandiri disini bukan berarti saya telah bisa membiayai kehidupan sehari-hari saya sendiri, kemandirian saya belum sampai tahap itu, tetapi yang saya maksud saya anak yang cukup kuat untuk hidup jauh dari orang tua dengan jarangnya balik kerumah lantaran kesibukan sebagai seorang yang beranjak dewasa, saya juga selalu mengurus kebutuhan saya sendiri tidak melulu minta bantuan orang tua. Saya juga bisa dibilang pemberani untuk pergi-pergi ke suatu tempat baru sendiri.
Sabar, bisa dibilang saya orang yang cukup sabar, sabar dalam menghadapi permasalahan, sabar dalam menjalankan kehidupan yang tak selalu sama seperti apa yang kita harapkan, begitupun sabar dalam sebuah penantian.

Sifat negatif dari saya yaitu saya adalah orang yang pesimis, pemalas, teledor, terkadang keras kepala dan pelupa.
Saya adalah orang yang sangat pesimis dalam melakukan segala hal, saya selalu merasa tidak yakin akan kemampuan yang saya miliki juga tidak percaya diri, saya juga kurang berani mengambil resiko dan mudah putus asa setiap menghadapi rintangan karena saya merasa takut akan kegagalan.
Saya bisa dibilang cukup pemalas karena saya selalu menunda-nunda pekerjaan atau tugas, tapi kemalasan saya masih dalam batas wajar, terkadang saya bisa juga rajin seperti orang-orang tetapi hanya kadang-kadang.
Teledor, ceroboh, pelupa itulah kebiasaan buruk  yang melekat pada diri saya, saya sering sekali melakukan tindakan-tindakan yang ceroboh yang terkadang memalukan, saya juga merupakan orang yang sangat teledor dan pelupa saat meletakkan suatu barang, saya juga sulit untuk menghafal jalan dalam sekali perjalanan, butuh 2 kali atau lebih untuk benar-benar hafal.
Saya memang bukan orang yang mudah bergaul, mungkin untuk yang baru mengenal saya orang akan berpikiran saya pendiam, tetapi jika sudah kenal dekat saya bisa dibilang cukup cerewet.
Yaa itulah serangkaian kekurangan atau sifat negatif yang saya miliki, saya sangat sadar akan kekurangan itu makanya saya agak sulit menerima kritikan orang. Kekurangan saya tersebut bisa jadi bahan introspeksi diri agar lebih baik kedepannya. Sekian cerita tentang diri saya yang saya tulis dari sudut pandang saya sendiri dan opini teman.

          
. . . . . .
          Kilas balik mengingat segelintir cerita dapat membuat diri ini saling berkaca, apakah kita sudah baik dari sebelumnya ataukah malah memperkeruh diri kepada suasana. Kembali mengingat masalalu bukanlah hal yang buruk, melainkan suatu kebajikan untuk melihat apa kurangnya diri kita pada saat itu. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk kalian ketahui apa sebab muhasabab saya menuliskan ini, sebab ini adalah ajang untuk saling mengaca, menatap dengan hati kosong sembari berbisik
“apakah saya sudah baik ?”
          Jika iya, maka lanjutkan apa yang menjadi prioritas, jika belum rehatlah sejenak sembari membenarkan suatu keadaan yang suram, sebelum saatnya lampu hijau menyuruh kalian untuk berjalan lebih jauh kedepan.

Coba deh kalian sejenak berpikir banyak hal yang belum kita ketahui, tetapi memori ini sudah hampir penuh. Apakah tujuan manusia hanya untuk mempelajari dunia saja ? Tapi… dunia ini pun fana sekejap datang sekejap pergi. Banyak yang baru muncul lebih banyak juga yang hancur. Apakah ada usaha di dunia yang kekal ? Semua hanya tentang kuasa dan pengakuan. Lalu kalau hanya untuk itu mungkinkah saya salah masuk ke dunia ini ? Atau saya sendiri yang tidak membiasakan diri dengan semuanya?
Saya rasa saya telah sama dengan yang lain, saya rasa sejak saya dilahirkan tidak ada yang spesial di dalam diri ini. Saya pun berusaha berpikir untuk menyamakan diri ini dengan dunia. Saya pun berusaha berperilaku seperti dunia. Keras saya berusaha untuk menjadi kaya, keras usaha saya untuk selalu bersenang-senang. Awalnya saya mulai menikmati, saya rasa sekarang saya telah sama dengan yang lain. tidak buruk juga tidak membosankan.
Hari demi hari saya mulai di bawa melupakan semua pertanyaan saya tentang dunia. Waktu demi waktu dunia ini membwa saya pergi ke surganya. Sedikit demi sedikit harta saya timbun, kuasa pun datang kepada saya, orang-orang yang meremehkan saya pun saya kalahkan. Hahaha saya telah benar-benar lupa tentang pertanyaan saya barusan. Saya bermandikan kekuasaan, saya di manjakan kehebatan. Saya yang dulu pemurung kini menjadi manusia pesta. Keberhasilan saya meniru dunia bahkan telah membawa saya memimpin dunia.
Keingintahuan saya membawa saya lebih mencintai dunia ini. Apa saja yang saya mau sepertinya datang dengan sendirinya. Seolah saya menyesal kenapa tidak dari dulu saya seperti ini. Lawan - lawan saya pun saya habisi semua, tunduk di bawah kaki ini memohon ampun kepada saya. Setiap hari saya tertawa riang meratapi nasib orang yang dulu mencaci saya. Kesombongan menutupi memori masa bodoh saya dahulu.

. . . . . .
“Kilas balik tidak melulu tentang rasa euforia cinta yang dulu merekah dalam hati atau menceritakan sebuah masalalu. Melainkan tempat interaksi intim antara hati dan pikiran”

You May Also Like

0 komentar