Kilas Balik.
Siapakah
saya ?
Siapa saya ? sebuah pertanyaan yang sukar sepertinya untuk dideskripsikan
lebih jelas, karena menurut saya hanya orang-orang terdekat saya lah yang lebih
tahu siapa saya, dan bagaimana sifat dan perilaku saya.
Tapi setiap orang harus mengenal dirinya sendiri untuk
menentukan arah hidupnya atau sekedar introspeksi diri atas
kekurangan-kekurangannya. Untuk itu saya akan coba menggambarkan tentang diri
saya.
Pertama-tama saya ingin memperkenalkan diri terlebih
dahulu. Nama Saya Rangga. Orang banyak mengenal saya sebagai penulis di
instagram, editor, sutradara dan lelaki kumal yang sedang mencari jati diri,
mau kemanakah saya setelah ini, ingin pergi kemanapun saya mau atau tetap
berada dalam terangnya lampu ibu kota. Saya adalah seorang anak kedua
dari empat bersaudara, namun sepeninggal
kakak, saya harus menjadi seorang anak yang terbaik untuk kedua adik
saya.
Saya lahir di Jakarta, 10 November 1999, di kota ini
Ayah saya merantau dari barat Jawa, yaitu Cirebon, ayah saya bekerja sebagai
seorang guru di salah satu SMP di Jakarta, yang akhirnya bertemu wanita yang
saat itu sebagai salah satu muridnya waktu sekolah, menunggu hingga lulus dari
SMP, dan SMA ayah saya sangatlah melindungi wanita yang di cinta, sampai
akhirnya pernikahan usai di laksanakan .
. . . . .
Berbicara soal Pendidikan saya telah menyelesaikan
pendidikan pada umumnya yaitu satu tahun di Taman Kanak-kanak, 6 tahun di
Sekolah Dasar, 3 tahun di Sekolah Menengah Pertama, 3 tahun di Sekolah Menengah
Atas, dan saat ini saya tercatat sebagai mahasiswa semester 2
Jurusan Broadcasting di Universitas Mercu Buana, Jakarta.
Cita-cita, Hobi, dan Sifat
Cita-cita masa kecil saya ialah ingin menjadi seorang
pengusaha atau pria karir dan cita-cita itu masih berlaku sampai sekarang, saya
ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses yang bisa memberikan lapangan
pekerjaan untuk orang lain, dan saya berkeinginan untuk menjadi seorang pria
yang tidak hanya mengurus dunia saya sebagai seorang penyiaran, seperti film,
televisi, radio, juralistik dan lain sebaginya, saya ingin mempunyai karir yang
baik nantinya. Itulah cita-cita saya yang saat ini saya sedang perjuangkan
dengan menuntut ilmu agar berguna kelak untuk cita-cita saya.
Saya adalah seseorang yang tidak mempunyai hobi yang
spesifik, hampir semua hal saya sukai dari mendengarkan musik, menonton tv atau
film di bioskop atau laptop, bermain game, membaca buku (hanya untuk jenis
novel dan komik), jalan-jalan atau traveling bersama teman-teman ke suatu
tempat favorit ataupun tempat yang baru, atau sekedar kumpul-kumpul bersama
teman.
Untuk sifat, menurut saya, saya itu baik, mandiri, dan
penyabar. Baik disini dalam arti suka membantu teman yang butuh bantuan selagi
saya mampu untuk membantunya. Namun, kadang baiknya kita seringkali disalahkan
gunakan atau dimanfaatkan oleh orang lain tapi saya percaya akan sebuah kalimat
“apa yang kau tanam itulah yang kau tuai” jadi apa yang kita perbuat itulah
yang yang nantinya akan kita dapatkan.
Mandiri, mandiri disini bukan berarti saya telah bisa
membiayai kehidupan sehari-hari saya sendiri, kemandirian saya belum sampai
tahap itu, tetapi yang saya maksud saya anak yang cukup kuat untuk hidup jauh
dari orang tua dengan jarangnya balik kerumah lantaran kesibukan sebagai
seorang yang beranjak dewasa, saya juga selalu mengurus kebutuhan saya sendiri
tidak melulu minta bantuan orang tua. Saya juga bisa dibilang pemberani untuk
pergi-pergi ke suatu tempat baru sendiri.
Sabar, bisa dibilang saya orang yang cukup sabar,
sabar dalam menghadapi permasalahan, sabar dalam menjalankan kehidupan yang tak
selalu sama seperti apa yang kita harapkan, begitupun sabar dalam sebuah
penantian.
Sifat negatif dari saya yaitu saya adalah orang yang
pesimis, pemalas, teledor, terkadang keras kepala dan pelupa.
Saya adalah orang yang sangat pesimis dalam melakukan segala hal, saya
selalu merasa tidak yakin akan kemampuan yang saya miliki juga tidak percaya
diri, saya juga kurang berani mengambil resiko dan mudah putus asa setiap
menghadapi rintangan karena saya merasa takut akan kegagalan.
Saya bisa dibilang cukup pemalas karena saya selalu
menunda-nunda pekerjaan atau tugas, tapi kemalasan saya masih dalam batas
wajar, terkadang saya bisa juga rajin seperti orang-orang tetapi hanya
kadang-kadang.
Teledor, ceroboh, pelupa itulah kebiasaan
buruk yang melekat pada diri saya, saya sering sekali melakukan
tindakan-tindakan yang ceroboh yang terkadang memalukan, saya juga merupakan
orang yang sangat teledor dan pelupa saat meletakkan suatu barang, saya juga
sulit untuk menghafal jalan dalam sekali perjalanan, butuh 2 kali atau lebih
untuk benar-benar hafal.
Saya memang bukan orang yang mudah bergaul, mungkin untuk yang baru
mengenal saya orang akan berpikiran saya pendiam, tetapi jika sudah kenal dekat
saya bisa dibilang cukup cerewet.
Yaa itulah serangkaian kekurangan atau sifat negatif
yang saya miliki, saya sangat sadar akan kekurangan itu makanya saya agak sulit
menerima kritikan orang. Kekurangan saya tersebut bisa jadi bahan introspeksi
diri agar lebih baik kedepannya. Sekian cerita tentang diri saya yang saya
tulis dari sudut pandang saya sendiri dan opini teman.
. . . . . .
Kilas balik mengingat segelintir
cerita dapat membuat diri ini saling berkaca, apakah kita sudah baik dari
sebelumnya ataukah malah memperkeruh diri kepada suasana. Kembali mengingat
masalalu bukanlah hal yang buruk, melainkan suatu kebajikan untuk melihat apa
kurangnya diri kita pada saat itu. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk
kalian ketahui apa sebab muhasabab saya menuliskan ini, sebab ini adalah ajang
untuk saling mengaca, menatap dengan hati kosong sembari berbisik
“apakah saya
sudah baik ?”
Jika iya, maka lanjutkan apa yang
menjadi prioritas, jika belum rehatlah sejenak sembari membenarkan suatu
keadaan yang suram, sebelum saatnya lampu hijau menyuruh kalian untuk berjalan
lebih jauh kedepan.
Coba deh
kalian sejenak berpikir banyak hal yang belum kita ketahui, tetapi memori ini
sudah hampir penuh. Apakah tujuan manusia hanya untuk mempelajari dunia saja ?
Tapi… dunia ini pun fana sekejap datang sekejap pergi. Banyak yang baru muncul
lebih banyak juga yang hancur. Apakah ada usaha di dunia yang kekal ? Semua
hanya tentang kuasa dan pengakuan. Lalu kalau hanya untuk itu mungkinkah saya
salah masuk ke dunia ini ? Atau saya sendiri yang tidak membiasakan diri dengan
semuanya?
Saya rasa saya
telah sama dengan yang lain, saya rasa sejak saya dilahirkan tidak ada yang
spesial di dalam diri ini. Saya pun berusaha berpikir untuk menyamakan diri ini
dengan dunia. Saya pun berusaha berperilaku seperti dunia. Keras saya berusaha
untuk menjadi kaya, keras usaha saya untuk selalu bersenang-senang. Awalnya saya
mulai menikmati, saya rasa sekarang saya telah sama dengan yang lain. tidak
buruk juga tidak membosankan.
Hari demi
hari saya mulai di bawa melupakan semua pertanyaan saya tentang dunia. Waktu
demi waktu dunia ini membwa saya pergi ke surganya. Sedikit demi sedikit harta saya
timbun, kuasa pun datang kepada saya, orang-orang yang meremehkan saya pun saya
kalahkan. Hahaha saya telah benar-benar lupa tentang pertanyaan saya barusan.
Saya bermandikan kekuasaan, saya di manjakan kehebatan. Saya yang dulu pemurung
kini menjadi manusia pesta. Keberhasilan saya meniru dunia bahkan telah membawa
saya memimpin dunia.
Keingintahuan
saya membawa saya lebih mencintai dunia ini. Apa saja yang saya mau sepertinya
datang dengan sendirinya. Seolah saya menyesal kenapa tidak dari dulu saya
seperti ini. Lawan - lawan saya pun saya habisi semua, tunduk di bawah kaki ini
memohon ampun kepada saya. Setiap hari saya tertawa riang meratapi nasib orang
yang dulu mencaci saya. Kesombongan menutupi memori masa bodoh saya dahulu.
. . . . . .
“Kilas balik tidak melulu tentang rasa euforia
cinta yang dulu merekah dalam hati atau menceritakan sebuah masalalu. Melainkan
tempat interaksi intim antara hati dan pikiran”

0 komentar